Rumah milik pasangan suami istri Rusman (45) dan Muliati (44) di Dusun Tarere, Desa Buntu Matabing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan nyaris hanyut terbawa banjir.
Tanggul sepanjang 10 meter yang berada tepat di belakang rumahnya itu ambruk diterjang banjir, Selasa (16/7/2024) sekitar pukul 08.00 Wita.
Tiang penyangga rumah panggung milik Rusman yang terbuat dari material kayu, bergeser dari tempatnya semula.
“Tadi pagi. Bergeser sekitar 2 meter. Saya tinggal dua orang dengan suami,” jelas Muliati saat ditemui Tribunluwu.com tak jauh dari rumahnya.
Ia dan suaminya kini terpaksa harus mengungsi di rumah tetangga terdekat.
“Suami juga sakit. Jadi makanya mengungsi sekarang di tetangga,” ujarnya.
Kepala Desa Buntu Matabing, Hidayat (61) menerangkan, penyebab tanggul rusak akibat tak bisa lagi menampung debit air banjir.
“Penyebab banjir jadi memang curah hujan. Kalau sungainya itu meluap, inikan sudah ditanggul. Tapi ketinggian air luar biasa, ada sekitar setengah meter di atas tanggul. Jadi akhirnya jebol,” bebernya.

